Tren Fashion Harian Ini Ternyata Bisa Membahayakan Tubuh - Farmanina

Tren Fashion Harian Ini Ternyata Bisa Membahayakan Tubuh

Memang tidak ada salahnya jika mau mengikuti tren fashion agar dapat memberikan tampilan yang lebih modis dan tidak ketinggalan zaman. Akan tetapi Anda juga harus memperhatikan dampak pada kesehatannya juga.

Sangat penting untuk mengetahui apa saja bahaya yang bisa saja terjadi mengenai penggunaan dari item fashion. Apalagi jika itu digunakan setiap harinya dan tidak mengetahui apa saja risiko buruknya.

Tren Fashion Harian Ini Ternyata Bisa Membahayakan Tubuh

Jika Anda tahu apa saja gangguan kesehatan dimana bisa saja muncul saat penggunaan item fashion tersebut. Nantinya tentu saja dapat memilih item yang aman untuk dipakai sehari-harinya.

Anda juga dapat lebih paham, jenis tren fashion tidak boleh sering dipakai untuk menghindari risiko kesehatannya. Itulah mengapa semua orang harus tahu apa saja bahaya yang mengintai tubuh.

Hampir sebagian besar orang tidak menghiraukan mengenai efek pada kesehatan dari pemakaian item fashion tertentu. Hal itu dikarenakan mereka mau tampil modis, trendi, dan tidak tertinggal zaman.

Padahal jika dilihat lagi, syarat paling penting ketika memilih item untuk tampil menawan ini ialah karena kenyamanan dan keamanannya. Namun hal tersebut sering kali diabaikan karena tidak mau dianggap kuno.

Bahaya Pakaian Ketat Jadi Tren Fashion Sehari-hari

Salah satu jenis item fashion yang bisa menyebabkan munculnya risiko kesehatan ialah penggunaan pakaian ketat. Misalnya saja skinny jeans dimana memang mampu memberikan efek lebih tinggi dan langsing.

Baca Juga :  Manfaat Tidur Cukup 8 Jam untuk Wajah Lebih Cantik Berseri

Akan tetapi, jika tren fashion ini dipakai untuk sehari-hari, maka bisa menyebabkan munculnya masalah kesehatan. Seperti menggunakan pakaian ketat akan mengganggu kegiatan duduk, berjalan, serta membungkuk.

Jenis pakaian ini juga bisa mengurangi leluasanya lambung jadi menyebabkan nyeri pada ulu hati. Itu disebabkan karena asam lambung yang diproduksi jumlahnya meningkat dan pakaiannya menyebabkan ruang lambung kurang leluasa.

Pemakaian fashion ini juga bisa menyebabkan timbulnya gesekan antar pakaian serta kulit. Tentunya hal tersebut menyebabkan peradangan di folikel rambut.

Pemakaian tren fashion seperti skinny jeans untuk sehari-hari ini juga dapat menimbulkan meralgia paraesthetica. Dimana hal tersebut terjadi ketika tertekannya staraf atau bahkan iritasi jadi terasa nyeri hingga mati rasa.

Berdasarkan penelitian juga mengungkapkan jika pemakaian celana yang ketat bisa mengalami dispermia. Dimana jumlah serta bentuk dari sperma tidak normal karena bagian testisnya terlalu panas.

Apabila menggunakan pakaian jenis ini hanya sesekali, maka pilihlah bahan katun dimana mampu menyerap keringat. Jangan lupa untuk mengganti pakaian dengan yang lebih longgar ketika sudah di rumah.

Tren Fashion Seperti Produk Tas Berisiko Kesehatan
Bukan hanya dari trend pakaian saja yang bisa menyebabkan masalah kesehatan, bahkan aksesoris seperti yas juga berbahaya. Penggunaan tas tangan, slempang, hingga jingjing memang kelihatan lebih modis.

Tapi ketiga jenis tren fashion berupa tas tersebut justru dapat memberikan efek buruk pada kesehatan. Sebab penggunaan ketiganya beratnya hanya berfokus pada satu titik saja.

Baca Juga :  Cara alami awet muda selain treatment dermal filler

Jadi jika digunakan dalam jangka waktu lama bisa membuat melengkungnya tulang belakang dan punggung nyeri. Apabila pada satu bahu terlalu mendapat banyak tekanan, maka menyebabkan ototnya tegang.

Apabila itu terjadi, maka rasa sakitnya akan menyebar hingga ke kepala. Bahkan jika tali tasnya tipis, maka dapat menimbulkan cidera otot bahu dan nyeri, apalagi jika bebannya berat.

Jika mau meminimalkan semua risiko buruk yang bisa saja terjadi saat pemakaian ketiga tipe tas tersebut. Anda sebaiknya memakai ransel atau tas punggung dengan tali nyaman pastinya.

Namun jika memang harus menggunakannya, maka gunakan tas dengan tali tebal dan nyaman. Sering memindahkan tas dari bahu satu ke lainnya, jadi Anda bisa mengikuti tren fashion tanpa mengganggu kesehatan.