Keloid : Gejala, Penyebab dan Penangannya - Farmanina

Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegah serta Mengatasi Keloid

Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegah serta Mengatasi Keloid – Keloid merupakan bekas jaringan parut yang mengeras, yang muncul akibat adanya luka. Keloid bisa berukuran lebih besar dibandingkan luka aslinya.

keloid adalah

Dilansir dari American Academy of Dermatology, tak semua orang yang memiliki luka akan memiliki keloid. Apabila kulit Anda rawan keloid, maka apa saja yang menyebabkan bekas luka bisa menimbulkan kondisi tersebut, seperti luka gores, luka bakar, atau jerawat yang parah. sejumalah orang juga mengalami keloid akibat tato atau menindik telinga. Selain itu, keloid juga bisa muncul pasca seseorang mengalami cacar. Luka yang timbul akibat operasi juga bisa mengakibatkan terjadinya keloid.

GEJALA KELOID

Lalu, apa saja tanda-tanda atau gejada keloid? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut mengenai gejala umum keloid:

Dimulai dengan Luka Berwarna Merah, Ungu, atau Merah Muda
Umumnya, keloid berupa bekas luka yang lebih terlihat pada permukaan rata. Seiring berjalannya waktu, keloid cenderung berwarna gelap. Gejala tersebut umumnya akan lebih terlihat gelap dibandingkan kulit.

Muncul dan Tumbuh Perlahan
Gejala awal terjadinya keloid bisa muncul setelah tiga bulan, bahkan hingga satu tahun. Mengatasi keloid juga butuh waktu lama karena keloid memerlukan waktu hingga berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan untuk tumbuh. Bahkan, tak jarang kondisi tersebut memerlukan waktu hingga tahunan.

Terasa Berbeda dari Kulit di Sekitarnya
Sebagian keloid terasa pucat dan lembut. Namun, sebagian lagi memiliki bentuk yang terasa kenyal dan keras.

Menyebabkan Gatal dan Sakit
Saat keloid tumbuh, sebagian akan terasa sakit dan gatal jika disentuh. Biasanya, kondisi tersebut akan berhenti apabila pertumbuhan keloid juga berhenti.

Setelah mengetahui gejala atau tanda-tanda adanya keloid, berikutnya akan dijelaskan apa saja yang menjadi penyebab timbulnya keloid.

mengatasi keloid

PENYEBAB KELOID

Dilansir dari Medicinenet, dikatakan bahwa para ahli belum menemukan dengan pasti penyebab terbentuknya keloid. Saat kulit cidera, sel kulit akan berusaha memperbaikinya dengan cara membentuk jaringan parut.

Untuk sebagian orang, jaringan parut terus terbentuk meski luka telah sembuh. Kondisi yang demikian bisa menyebabkan tumbuhnya keloid. Akan tetapi, dokter belum yakin mengenai alasan atau penyebab kulit seseorang bisa membentuk keloid.

Adapun jenis cedera kulit yang bisa mengakibatkan timbulnya keloid yaitu:
• Jerawat
• Luka bakar
• Luka cacar air
• Tindik telinga
• Luka gores
• Lokasi sayatan operasi
• Lokasi vaksinasi

Baca Juga :  Serba-serbi Informasi Transplantasi Rambut Demi Menunjang Kecantikan

MENGATASI KELOID

Pasca bekas jaringan parut diangkat, jaringan luka bisa tumbuh kembali dan berkembang lebih besar. Oleh karena itu, perawatan bekas jaringan parut yang dilakukan tak selalunya efektif.

Adapun beberapa jenis perawatan yang dilakukan untuk keloid yaitu sebagai berikut:

Suntik Kortikosteroid dan Obat-Obatan
Umumnya, suntikan ini merupakan bagian dari rencana perawatan terhadap keloid. Saat dilakukan penyuntikan di bagian bekas jaringan parut, obat-obatan akan membuat bekas luka mengecil. Biasanya pasien akan menerima serangkaian suntikan dalam tiga hingga empat minggu sekali. Umumnya, pasien akan kembali mendapatkan suntikan sebanyak empat kali. Di mana, suntikan pertama lebih meredakan gejala dan melembutkan bekas jaringan parut.

Setelah mendapatkan suntukan ini, sekitar 50% hingga 80% bekas jaringan parut jadi menyusut. Namun, kondisi tersebut (keloid) biasanya akan tumbuh lagi dalam kurun waktu lima tahun.
Agar hasilnya maksimal, dokter kulit kerap kali menambahkan terapi lain pada rencana perawatan keloid.

Operasi Keloid
Di kasus-kasus yang begitu besar atau bekas luka yang cukup lama, biasanya dokter akan menyarankan operasi pengangkatan untuk mengatasi keloid. Penanganan ini akan melibatkan pembedahan dengan memotong bekas jaringan parut.

Walaupun hasil operasi terlihat seolah memperlihatkan solusi permanen, tetapi hamper 100% keloid kembali muncul setelah perawatan tersebut. Agar risiko bekas jaringan parut muncul lagi pasca operasi bisa minimalisir, biasanya dokter kulit akan merawat pasien dengan perawatan lain, seperti suntik kortikosteroid.

Jika keloid terjadi pada daun telinga, maka mengenakan anting-anting khusus akan memberi tekanan di daun telinga. Hal itu bisa mencegah munculnya kembali kondisi tersebut.

Tindik, Balutan, atau Pakaian Tekanan
Langkah ini merupakan cara yang paling sering digunakan pasca seseorang mendapatkan operasi keloid. Dengan melakukan penekanan terhadap area tersebut, maka akan dapat mengurangi aliran darah. Di mana, hal tersebut bisa menghentikan kembalinya bekas jaringan parut. Sayangnya, langkah tersebut cukup sulit untuk diaplikasikan. Sebab, rangkaian perawatan ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penerimanya.

Perawatan Laser
Pada beberapa jenis bekas luka tertentu (termasuk sebagian keloid), dokter akan merekomendasikan laser untuk mengatasi keloid. Perawatan dengan laser yaitu melapisi kembali keloid dan kulit di sekitarnya menggunakan sinar cahaya yang tinggi.

Laser dapat mengurangi ketinggian serta memudarkan warna bekas jaringan parut. Perawatan ini juga sering digunakan dengan perawatan lainnya, seperti tekanan kortikosteroid atau rangkaian suntikan.

Akan tetapi, perawatan laser mempunyai risiko yang dapat membuat keloid menjadi lebih buruk dengan menyebabkan peningkatan jaringan parut. Walaupun efek tersebut terkadang terlihat lebih baik dibandingkan luka aslinya, tetapi akan memungkinkan terbentuknya beberapa jaringan parut.

Perawatan Radiasi
Munculnya kembali keloid bisa dicegah jika Anda mendapatkan terapi radiasi pasca pengangkatan keloid lewat operasi. Anda bisa segera memulai perawatan radiasi pasca operasi, atau pun seminggu setelahnya.

Perawatan dengan radiasi juga bisa Anda gunakan sendiri untuk mengurangi ukuran keloid. Akan tetapi, hasilnya cenderung lebih maksimal apabila Anda menggunakannya segera setelah operasi.

Ligature
Apabila benang operasi atau bedah bisa diikat di sekitar keloid, maka akan memungkinkan dokter untuk merekomendasikan ligature. Secara bertahap, benang bedah akan memotong jaringan parut, di mana jaringan tersebut bisa mengakibatkan kerontokan.

laser keloid

Baca Juga :  Jenis Nutrisi Untuk Menjaga Kesehatan Kulit

MENCEGAH KELOID

Setelah mengetahui bagaimana mengatasi keloid, lalu bagaimana untuk pencegahannya sebelum terjadi? Sebagai pencegahan, Anda perlu melakukan gaya hidup dan pengobatan seperti di bawah ini:

Hindari Cedera Kulit
Jika Anda mempunyai kemungkinan akan mengalami bekas jaringan parut, maka langkah yang harus Anda lakukan yaitu menghindari cedera kulit, tindik telinga, dan operasi (apabila memungkinkan). Jika diharuskan operasi, terlebih di area yang mungkin terluka, pastikan bahwa dokter telah mengetahui kalau Anda mempunyai potensi mengalami keloid.

Melakukan Perawatan
Bekas jaringan parut bisa dicegah dengan memulai sejumlah perawatan, seperti suntikan kortikosteroid atau perban tekanan, segera setelah operasi dilakukan. Jika Anda menindik telinga, maka gunakan anting tekanan agar dapat mengurangi luka.

Menjaga Kulit dari Sinar Matahari
Dibandingkan masalah kesehatan, keloid lebih sering diperhatikan sebagai bagian dari estetika. Bisa jadi Anda merasa tidak percaya diri jika memiliki keloid yang cukup besar atau terletak di bagian yang sangat terlihat, seperti wajah.

Sinar matahari bisa mengubah warna keloid dan menyebabkan area tersebut menjadi lebih gelap dari kulit di sekitarnya. Kondisi tersebut membuat keloid tampak lebih mencolok. Oleh sebab itu, jagalah luka Anda agar selalu tertutup ketika berada di bawah sinar matahari.

Baca Juga :  Manfaat Social Distancing di Masa Pandemi untuk Kecantikan Kulit

Demikianlah artikel mengenai keloid, mulai dari gejala, penyebab, pencegahan, hingga cara mengatasi keloid. Semoga bermanfaat.

EnglishIndonesian