Bahaya Makanan Manis Untuk Kulit Ketika Berbuka Puasa - Farmanina

Bahaya Makanan Manis Untuk Kulit Ketika Berbuka Puasa

Bahaya makanan manis untuk kulit Ketika berbuka puasa – Berbuka puasa memang paling nikmat dengan yang makanan yang manis. Rasanya sangat menyegarkan setelah lesu seharian meskipun hanya dengan teh manis. Namun, Anda harus mengetahui bahwa mengkonsumsi makan atau minuman manis yang berlebihan itu tidak baik. Akan ada dampak baik bagi kesehatan tubuh dan kesehatan kulit Anda.

Bahaya Makanan Manis
IMG : Unsplash

Bagi wanita pasti telah memahami bahwa makan atau minum yang manis dapat membuat naik berat badan. Hal ini akan memberi pengaruh terhadap berat ideal yang diidamkan para wanita. Makan-makanan manis juga dapat memicu tanda penuaan dini pada kulit. Oleh karena itu, jika ingin memiliki kulit yang cantik harus benar-benar menjaga asupan makanan terutama makanan manis. Berikut ulasan mengenai informasi seputar dampak bahaya makanan manis untuk kulit.

Dampak bahaya makanan manis terhadap kulit

Mengkonsumsi gula berlebih akan meningkatkan kadar inuslin dalam tubuh. Hal ini dapat memberikan efek buruk bagi tubuh dan kulit Anda. Ada beberapa dampak dari kadar gula berlebih bagi kesehatan kulit.

  • Penuaan dini

Ketika mengkonsumsi makanan gula atau makanan yang mengandung glikemik, maka akan mudah memecah karbohidrat menjadi glukosa. Hal ini berdampak pada meningkatnya kadar insulin. Kadar insulin yang terlalu tinggi akan menyebabkan peradangan yang mengakibatnya rusaknya kolagen dan elastin pada kulit. Sehingga kulit akan terlihat kendur dan keriput. Oleh sebab itu, ketika berbuka puasa kurangi makan-makanan manis dan perbanyak minum air putih sebagai penyeimbangnya. . Anda juga harus menjaga keseimbangan nutrisi dengan mangatur pola makan.

  • Timbul masalah kulit

Ketika seseorang secara berlebih mengkonsumsi gula, meskipun sudah menggunakan skin care kulit akan tetap terlihat kusam dan kering. Mengkonsumsi makanan atau minuman manis juga berdampak pada melambatnya proses regerasi kulit. Hal ini menyebabkan munculnya komedo, jerawat, bekas jerawat yang sulit hilang, dan masalah kulit lainya. pelindung kulit juga dapat mengalami kerusakan akibat kandungan gula yang mengendap dalam tubuh. Akhirnya kulit akan menjadi sangat senitif dan bruntusan. Jika Anda masih ingin tetap mengkonsumsi makanan manis ketika berbuka, pilihlah buah pisang, kacang almond, atau makanan lain yang rendah kalori dan gula.

Baca Juga :  Tips Liburan Saat Pandemi Agar Tetap Aman
  • Kulit dehidrasi

Adapun bahaya makanan manis untuk kulit yakni kulit akan mengalami dehidrasi.  Ketika mengkonsumsi makanan manis atau gula berlebih, gula akan menghisap air dari sel-sel kulit. Sehingga, lapisan luar kulit akan terlihat kering. Hal ini memberikan dampak terhadap kulit yang mana kulit akan mudah keriput dan kekurangan nutrisi. Oleh sebab itu, Anda harus tetap mengkonsumsi banyak air minum ketika berbuka dan sahur. Hal ini akan menjaga kulit Anda tetap terhindrasi dengan baik. Selain itu, kulit akan terlihat tetap segar dan sehat.

  • Hirsutisme

Hirsutisme merupakan keadaan pertumbuhan rambut pada wanita. Rambut ini muncul pada bagian yang tidak biasanya ditumbuhi rambut seperti dibawah bibir atau diatas bibir. Hal ini dapat terjadi ketika Anda mengkonsumsi gula secara berlebih. Peristiwa ini disebut dengan resistansi insulin. Adapun tumbuhnya rambut dipicu oleh produksi hormon testotteron yang berlebihan akibat tingginya kadar insulin.

  • Kulit kasar

Mengkonsumsi gula berlebih dapat memberikan efek iritasi pada kulit. Hal ini disebabkan ketidak seimbangan kadar gula dalam tubuh. Kadar gula yang tinggi juga dapat menyebabkan adanya inflamasi. Makanan yang mengandung gula berlebih menyebabkan kadar gula darah meningkat dan dapat memicu adanya pembengkakan atau inflamasi.

Baca Juga :  Merawat kulit wajah sehat dan segar selama berpuasa

Nah, itulaah ulasan mengenai bahaya makanan manis untuk kulit. ketika dalam keadaan berpuasa, kulit justru membutuhkan perawatan yang ekstra. Agar kulit tetap sehat dan kenyal pastikkan untuk mengurangi porsi dalam makanan yang mengandung gula. Semoga bermanfaat.