7 Kebiasaan yang Bisa Membuat Rambut Rontok Tanpa Disadari

Rambut rontok menipis

Banyak orang mengira penipisan helai rambut di kepala murni terjadi akibat faktor keturunan genetik atau pertambahan usia semata. Padahal, ada beberapa kebiasaan yang bisa membuat rambut rontok yang mungkin sering dilakukan tanpa sadar setiap hari. 

Dengan fakta ini, ada baiknya Anda mengevaluasi dulu rutinitas harian sendiri. Bisa jadi, penyebab rambut rontok yang Anda alami selama ini sebenarnya berasal dari hal-hal sederhana yang bisa diperbaiki mulai sekarang.

Ada apa saja? Mari temukan beberapa kebiasaan sehari-hari yang bisa membuat rambut Anda rontok di sini!

Kebiasaan yang Bisa Membuat Rambut Rontok dalam Rutinitas Harian

Kebiasaan penyebab rambut rontok

Kerontokan rambut umumnya terjadi akibat gangguan pada batang dan akar rambut. Penyebabnya sering kali adalah kebiasaan sehari-hari seperti:

1. Mengikat Rambut Terlalu Kencang

Kebiasaan pertama yang menjadi penyebab rambut rontok adalah mengikat rambut terlalu kencang, seperti pada gaya ponytail, cornrow, atau sanggul ketat. 

Tarikan kuat saat mengikat rambut membebani folikel secara berlebihan yang bisa memicu traction alopecia, kerontokan akibat tekanan berulang pada akar yang berisiko menyebabkan rambut pitak pada wanita.

Riset yang dipublikasikan NCBI mengonfirmasi kondisi ini sangat umum terjadi pada wanita dewasa yang sering menarik rambutnya dengan kuat. Terlebih pada mereka yang rutin terpapar proses pewarnaan atau pelurusan kimia.[1]

Gejala awal yang paling mudah Anda kenali adalah rasa nyeri yang muncul sesaat setelah Anda mengikat rambut. 

Untuk mencegah rambut rontok, cukup longgarkan ikatan rambut dan rutin memvariasikan gaya rambut setiap hari. Langkah preventif ini memastikan titik tarikan tidak selalu menumpuk pada area folikel yang sama.

2. Styling Panas Berlebihan

Penggunaan catokan, hair dryer, dan curling iron tanpa heat protector dapat merusak lapisan kutikula rambut. Akibatnya, rambut menjadi lebih rapuh, mudah patah, dan terlihat semakin tipis seiring waktu.

Batasi penggunaan alat styling panas maksimal dua hingga tiga kali seminggu, dan selalu aplikasikan heat protectant sebelum memulai proses styling. Hindari suhu di atas 200°C, serta jaga jarak hair dryer agar tidak terlalu dekat dengan kulit kepala saat digunakan.[2]

3. Tidur dengan Rambut Basah atau Menyisirnya saat Masih Basah

Rambut basah berada dalam kondisi paling lemah karena struktur proteinnya melunak sementara. Menyisir atau tidur dengan rambut basah menambah gesekan yang memicu rambut patah, terutama di area yang sering tertindih bantal. 

Sebaiknya keringkan rambut secara alami dengan handuk microfiber sebelum tidur atau menyisir. Jika waktu terbatas, Anda bisa menggunakan hair dryer dengan suhu ruang yang aman.  

4. Cara Keramas yang Salah

Menggosok kulit kepala menggunakan kuku saat keramas akan memicu iritasi dan melukai tempat bertumbuhnya akar sehingga rambut akan lebih mudah rontok.

Untuk cara mengatasi rambut rontok saat keramas, sebaiknya jangan memberlakukan kulit kepala Anda terlalu kasar. Cukup pijat lembut kulit kepala menggunakan ujung jari dengan gerakan melingkar untuk mengangkat sebum dan kotoran saat keramas. 

5. Malas Keramas

Sebum yang menumpuk di kulit kepala akan menyumbat saluran folikel, menghambat pertukaran oksigen dan distribusi nutrisi ke akar rambut. Akibatnya, folikel tidak mendapat kondisi optimal untuk mendukung pertumbuhan rambut.

Inilah sebabnya rambut yang rontok cenderung terlihat lebih banyak saat keramas ditunda terlalu lama. Sebagai solusi, keramaslah begitu rambut mulai terasa lepek dan berminyak, jangan menunggu hingga kulit kepala terasa tidak nyaman.

6. Aplikasi Bahan Kimia Keras Berulang

Bleaching, pelurusan, pengeritingan, dan pewarnaan kimiawi secara paksa membuka lapisan kutikula untuk mengubah struktur atau pigmen alami di dalamnya. Secara berulang, aktivitas ini menghilangkan kelembapan esensial serta melemahkan serat rambut sehingga rambut akan mudah patah. 

Sementara pada kulit yang sensitif, bahan kimia ini bisa memicu chemical burn, yang merusak lebih dalam bagian kulit kepala sehingga bisa memicu kerontokan dari akar. 

Untuk menghindarinya, Anda wajib memberikan jeda minimal beberapa bulan antar prosedur kimiawi untuk menjaga kekuatan alami folikel. Atau melakukan tes kulit sensitif di belakang telinga untuk mengecek kecocokan produk. 

7. Kebiasaan “dari Dalam” yang Jarang Disadari

Tidak semua penyebab rambut rontok parah terlihat dari luar. Sejumlah kebiasaan yang memengaruhi kondisi tubuh secara internal juga bisa menjadi pemicunya:

  • Merokok akan mempercepat proses penuaan pada sel-sel folikel akibat paparan racun dan berkurangnya aliran darah ke kulit kepala. 
  • Diet rendah protein mengurangi nutrisi utama yang dibutuhkan rambut untuk tumbuh dan beregenerasi. 
  • Mengonsumsi makanan pemicu kerontokan akan mempercepat penyusutan folikel dari waktu ke waktu.
  • Begadang membuat rambut rontok karena memicu reaksi stres di dalam tubuh.

Karena sifatnya yang bekerja secara perlahan dari dalam, dampak dari kebiasaan-kebiasaan ini baru akan terasa dalam jangka panjang.

Membedakan Kerontokan Akibat Kebiasaan dan Kondisi Medis

Ciri-ciri rambut rontok karena penyakit

Penipisan yang muncul akibat kebiasaan sehari-hari umumnya bersifat reversibel. Artinya, begitu rutinitas yang keliru Anda perbaiki, folikel rambut akan pulih dan rambut akan kembali tumbuh normal.

Namun, ceritanya berbeda jika kerontokan terpusat di area tertentu dan membentuk pola yang khas. Kondisi seperti ini biasanya bukan sekadar dampak dari kebiasaan yang salah, melainkan ciri-ciri rambut rontok karena penyakit yang perlu diwaspadai. 

Tanda klinisnya cukup mudah Anda kenali: garis rambut depan yang perlahan mundur, atau penipisan drastis yang terkonsentrasi di area puncak kepala.

Pola semacam ini erat kaitannya dengan penyebab kebotakan pada pria dan wanita yang faktor utamanya lebih condong ke genetika ketimbang gaya hidup. 

Itu sebabnya, sekeras apa pun usaha memperbaiki kebiasaan sehari-hari atau menggunakan obat rambut rontok, hasilnya tidak akan signifikan.

Konsultasi dengan dokter di Farmanina Clinic

Jika Anda sudah cukup disiplin memperbaiki pola hidup dan kebiasaan, tapi kerontokan tetap terjadi atau bahkan semakin parah, besar kemungkinan ada faktor medis yang bermain di baliknya. 

Daripada menebak-nebak sendiri, konsultasikan kondisi rambut Anda bersama tim ahli Farmanina Clinic. Ketahui akar penyebab sesungguhnya sekaligus solusi yang paling tepat untuk kondisi Anda. Hubungi Whatsapp kami sekarang untuk konsultasi gratis dan mengatur jadwal pengecekan!

Sumber

  1. Syed, H. A., & Kaliyadan, F. (2025, May 4). Traction alopecia. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470434/#:~:text=Traction%20alopecia%C2%A0stems,permanent%20scarring%20alopecia
  2. Hamsar, I. (2025). The impact of heat styling tools on hair health through the Project-Based Learning (PjBL) model in the hair straightening course. INTEC Journal: Information Technology Education Journal. https://journal.unm.ac.id/index.php/INTEC/article/download/7345/4560

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *