Rambut di kepala tidak tumbuh terus-menerus tanpa henti. Setiap helai mengikuti siklus pertumbuhan rambut sendiri, mulai dari fase tumbuh, istirahat, hingga akhirnya rontok dan digantikan oleh rambut baru.
Dalam kondisi normal, rambut orang Asia tumbuh sekitar 1,5 cm per bulan, dengan sekitar 85–90% rambut di kepala berada dalam fase pertumbuhan aktif pada satu waktu.[1] Siklus ini berlangsung di dalam folikel rambut, tempat setiap helai rambut terbentuk dan menjalani proses pertumbuhannya.
Artikel ini membahas tahapan siklus rambut, durasinya, faktor yang memengaruhinya, serta kapan perubahan siklus tersebut perlu diperhatikan.
Mengenal Siklus Pertumbuhan Rambut
Terdapat 3 fase pertumbuhan rambut utama, yakni anagen, katagen, dan telogen. Ketiganya berjalan berurutan dan berulang dengan durasi dan peran yang berbeda.
Simak tabel ini.
| Fase | Durasi | Proporsi Rambut | Apa yang Terjadi |
| Anagen | 2-6 tahun | ±85-90% | Folikel aktif menghasilkan dan memanjangkan rambut. |
| Katagen | 2-3 minggu | ±1% | Folikel menyusut dan pertumbuhan rambut berhenti. |
| Telogen | 2-3 bulan[3] | ±10-15% | Rambut berhenti tumbuh dan siap untuk rontok. |
Dari ketiga fase tersebut, anagen merupakan fase yang paling menentukan panjang rambut karena pada tahap ini folikel terus menghasilkan batang rambut. Semakin lama fase ini berlangsung, semakin panjang pula rambut yang dapat tumbuh.
Lihat cara mempercepat pertumbuhan rambut untuk memahami faktor yang dapat mendukung agar proses anagen berlangsung lebih lama.
Fase Anagen, Katagen, Telogen: Bedah Satu Per Satu

Ketiga fase di atas memiliki karakter yang berbeda satu sama lain. Berikut penjelasan yang lebih rinci:
Fase Anagen: Periode Aktif Folikel Menghasilkan Rambut
Fase anagen adalah fase pertumbuhan. Dalam fase ini, sel-sel di bagian matriks folikel terus membelah dengan cepat untuk membentuk batang rambut, sehingga rambut Anda terus memanjang. Berlangsung 2–6 tahun dan menjadi periode yang paling berpengaruh terhadap panjang rambut.[2]
Fase Katagen: Masa Transisi Saat Pertumbuhan Mulai Melambat dan Berhenti
Fase katagen adalah masa ketika folikel mengalami penyusutan dan rambut terlepas dari papila dermal (jaringan yang berisi pembuluh darah yang membantu memasok nutrisi sehingga rambut dapat terus tumbuh), sehingga aktivitas pertumbuhan rambut mulai melambat lalu berhenti.
Berlangsung relatif singkat, yakni sekitar 2-3 minggu dengan hanya sekitar 1% rambut yang berada dalam fase katagen pada waktu yang sama.[3]
Fase Telogen: Saat Rambut Beristirahat Sebelum Terlepas
Fase telogen adalah periode ketika folikel memasuki masa istirahat selama 2-3 bulan. Rambut sudah tidak tumbuh secara aktif, tetapi masih berada di kantung folikel. Di sini rambut baru sudah mulai tumbuh dan secara perlahan mendorong rambut yang lama hingga akhirnya keluar.
Fase Eksogen: Fase Keempat yang Sering Dilupakan
Selain fase utama, ada satu fase yang jarang dibahas, yaitu fase eksogen. Di dalam fase ini, helai rambut lama sudah benar-benar terlepas dari kantung folikel, terdorong oleh rambut baru yang tumbuh di folikel yang sama.
Proses inilah yang membuat kerontokan harian terasa wajar karena ada rambut baru yang tumbuh, menggantikan rambut yang rontok.
Faktor yang Memengaruhi Siklus Pertumbuhan Rambut

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi durasi siklus rambut, terutama mempercepat fase anagen ke telogen yang memicu kerontokan dan kebotakan pada rambut, meliputi:
1. Hormon
Hormon tiroid, DHT, dan estrogen turut mengatur siklus pertumbuhan rambut. Gangguan tiroid dapat mempercepat peralihan ke fase telogen, sementara peran DHT sebagai hormon penyebab kebotakan dapat memperpendek fase anagen dan mengecilkan folikel.
Sebaliknya, estrogen membantu mempertahankan fase anagen, sehingga penurunannya setelah melahirkan atau saat menopause dapat memicu peningkatan kerontokan rambut.
2. Usia
Seiring bertambahnya usia, fase anagen akan memendek dengan sendirinya sehingga rambut tidak akan bisa tumbuh sepanjang seperti sebelumnya.[4]
3. Genetik
Faktor genetik memengaruhi respons folikel terhadap hormon, seperti androgen. Pada kondisi tertentu, hal ini dapat memperpendek fase anagen dan mempercepat penipisan rambut.
4. Nutrisi
Kekurangan zat gizi seperti zat besi dan zinc dapat mengganggu pertumbuhan, sementara kelebihan nutrisi seperti vitamin A juga dapat memicu kerontokan.
5. Stres
Stres meningkatkan peradangan di sekitar folikel, sehingga rambut lebih cepat masuk ke fase istirahat dan kemudian rontok.
6. Obat dan Kondisi Medis
Obat kemoterapi, retinoid, antikoagulan, dan obat tekanan darah dapat memicu kerontokan rambut. Kondisi seperti gangguan tiroid, anemia, dan penyakit autoimun juga dapat mengganggu aktivitas folikel.
Ketika Siklus Terganggu: Kaitan dengan Kerontokan

Siklus rambut yang terganggu dapat menyebabkan lebih banyak folikel masuk ke fase telogen (istirahat) secara bersamaan. Akibatnya, rambut yang seharusnya masih tumbuh justru berhenti tumbuh dan kemudian rontok dalam jumlah lebih banyak, yang salah satunya dikenal sebagai telogen effluvium.
Kerontokan juga dapat berkaitan dengan berbagai jenis alopecia, terutama ketika gangguan pada folikel berlangsung lebih lama. Pada kondisi tertentu, salah satu penyebab rambut rontok parah pada pria adalah pengecilan folikel, sehingga rambut yang tumbuh menjadi semakin tipis dan dapat menyebabkan kebotakan permanen.
Berapa Normalnya Rambut Rontok per Hari?
Secara normal, pertumbuhan rambut per hari mencapai 0,3–0,4 mm dengan kerontokan 50–100 helai per hari.[5] Anda perlu waspada ketika jumlahnya meningkat secara konsisten, rambut menipis, atau kulit kepala lebih terlihat.
Penting untuk mengenali ciri folikel rambut yang sudah mati agar dapat memahami apakah folikel tersebut masih berpotensi menghasilkan rambut.
Kapan Siklus yang Terganggu Butuh Bantuan Medis?

Perawatan rumahan sudah cukup untuk siklus rambut yang normal. Namun, bila anagen terus memendek dan folikel mengalami miniaturisasi, penanganan medis mungkin diperlukan.
Jika folikel sudah mati permanen, hair transplant dapat menjadi pilihan dengan memindahkan folikel sehat ke area yang mengalami kebotakan. Farmanina Clinic menyediakan layanan hair restoration, termasuk hair transplant, serta perbaikan hasil transplantasi bagi pasien yang membutuhkan koreksi hasil transplantasi sebelumnya.
Memahami siklus pertumbuhan rambut sejak dini membantu Anda mengambil langkah yang tepat sebelum kerontokan rambut berkembang lebih lanjut. Jadwalkan konsultasi bersama tim medis Farmanina Clinic untuk evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kulit kepala dan folikel Anda.
Siklus pertumbuhan rambut terdiri atas tiga fase utama, yaitu anagen (fase pertumbuhan), katagen (fase transisi), dan telogen (fase istirahat). Selain itu ada fase eksogen, yaitu tahap ketika rambut lama benar-benar terlepas dari folikel.
Fase anagen berlangsung 2-6 tahun dengan sekitar 85-90% rambut berada di fase ini, fase katagen berlangsung 2-3 minggu dengan sekitar 1% rambut, dan fase telogen berlangsung 2-3 bulan dengan sekitar 10-15% rambut.
Siklus pertumbuhan rambut dipengaruhi oleh hormon seperti tiroid, DHT, dan estrogen, faktor usia, genetik, asupan nutrisi, tingkat stres, serta penggunaan obat-obatan atau kondisi medis tertentu seperti gangguan tiroid dan anemia.
Secara normal, kerontokan rambut berkisar 50-100 helai per hari. Anda perlu waspada bila jumlahnya meningkat secara konsisten, rambut menipis, atau kulit kepala lebih terlihat.
Penanganan medis diperlukan ketika fase anagen terus memendek dan folikel mengalami miniaturisasi. Jika folikel sudah mati secara permanen, hair transplant dapat menjadi pilihan dengan memindahkan folikel sehat ke area yang mengalami kebotakan.
Sumber
- Belcadi, J. (2025). Preconceived ideas in hair care. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12094410/#:~:text=Asian%20hair%20grows%20by%201.5%E2%80%89cm%20per%20month%2C%20or%2018%E2%80%89cm%20per%20year.7
- Burg, D. (2017). Promotion of anagen, increased hair density and reduction of hair fall in a clinical setting following identification of FGF5-inhibiting compounds via a novel 2-stage process. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5338843/
- Natarelli, N. (2023). Integrative and mechanistic approach to the hair growth cycle and hair loss. Journal of Clinical Medicine. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9917549/
- Monselise, A. (2017). What ages hair? International Journal of Trichology. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5419032/
- Tuo-Kouassi, A. N. (2025). Hair follicles: Strategic targets for promoting hair growth. Journal of Drug Delivery and Therapeutics. https://jddtonline.info/index.php/jddt/article/view/7341/7038

